Kakimu
"Sakit itu terhempas oleh kasih sayangmu, airmata itu hanya menghias namun tak menetes. Perih itu terusir oleh cintamu, sepanjang hidup yang kau berikan kepadaku."
Mimpiku akan tenggelam, harapanku akan karam.
Puing pun tak terserak, bangkai pun tak berbekas.
Keputusasaan menjemput.
Pelarian mimpi menjemput masa depan.
Namun perlahan kian tersinar, terang yang mengintip.
Walau perlahan. Namun dapat kurasakan keajaibannya.
Saat itu tengah malam, kurun pelarian sebuah ketenangan. Belas kasihan, rasa iba.. getar yang kurasakan. semangat yang kian runtuh.
Akupun ingin menangis, saat kusentuh kakimu. aku tak lagi bisa berkata dalam hidup saat kebohongan menjadi candu.
Tetapi kuberanikan untuk keluar, kulalui kelam masa lalu, kupacu dengan dingin malam.
Senyum ucapmu, kasih sepanjang jalan.
3.02, untuk bundaku, maaf sekian waktu telah membuat mu sakit.
Kau tetap dengan kasih sayangmu, kau tetap menerimaku. kau tetap memberiku harapan.
1 comment:
Dikau menulis lagi :-)
Post a Comment