Wednesday, January 05, 2005

Untuk kamu..

Aku dimabuk cinta, dimabuk cinta, dikeras alkohol kasih sayangmu, kurengguk habis tak tersisa.
Aku dilangkah gontai menghampirimu, Menyapamu, mengharap senyum manismu.

Aku bocah kampung yang main dirumah-rumah beratap seng dan kardus kulkas, bermandi panas mentari saat laju roda sepedaku menjadi teman penghabis hari.
Aku dimasa kecil yang jadi ingatan, yang polos direngek keinginan kepada Ibuku.
Aku bocah kecil di besar keingintahuan, mencoba dekat denganmu.
Aku bersandal jepit, kamu bersepatu merk terkenal, aku berkaos dekil, kamu berkemeja wangi.
Aku ajak kamu berdiskusi denganku, senyum manismu sebagai balasan..
Aku dimabuk keindahanmu, aku dimabuk cinta pesonamu. Kau bayangan kebahagiaan dimimpi malamku.
Mimpi, mimpi yang tak terbeli..

10,34 Sang Primadona...

1 comment:

batasnalar said...

Aku juga. Hanya saja kami sama-sama bersendal jepit. Yang paling membahagiakan adalah ketika perasaanku terbalas. Hanya tetap tidak bisa bersama :)